kurcaci desa yangsi

Banyak desa di dunia yang menawarkan keindahan dengan panorama alam yang memikat, tetapi juga tidak sedikit sebuah kota, desa atau perkampungan di seluruh penjuru dunia menyimpan keanehan yang tak lazim dan tidak dapat dinalar dengan akal pikiran.

Berbagai macam latar belakang dan kejadian membuat beberapa kota dan desa di seluruh penjuru dunia ini mendapat predikat atau sebuat aneh. Mengapa demikian? sebenarnya apa yang menjadi alasan kota atau desa ini dilabeli dengan sebutan kota aneh?

Desa Yangsi, Tiongkok

Desa Yangsi menjadi salah satu desa dengan keanehan yang tidak dapat dinalar oleh akal pikiran, pasalnya 80 warga dari 36 juta jiwa penduduk memiliki tubuh kerdil bak kurcaci, tak khayal desa ini pun mendapat julukan sebagai Desa Kurcaci.

Menurut tokoh sesepuh atau tetua desa, dulunya desa ini diserang oleh wabah misterius yang menyebabkan pertumbuhan anak berusia 5 hingga 7 tahun terganggu. Alhasil, dari serangan wabah tersebut para anak-anak itu hanya dapat tumbuh tidak lebih dari 90 cm.

Selain dikarenakan terkena wabah, sebagian besar warga desa percaya bahwa hal itu merupakan kutukan dari para leluhur. Kemudian muncul teori penyebab gangguan pertumbuhan warga Desa Yangsi, salah satunya adalah pengaruh gas beracun saat penjajahan dilakukan oleh Jepang.

Selain itu kandungan merkuri di dalam tanah tempat hunian mereka juga dianggap sebagai salah satu penyebab, hingga kini para ilmuwan masih melakukan penelitian dan belum dapat memastikan penyebab sesungguhnya.

Desa Nagoro, Jepang

tsukimi-desa-nagoro

Menurut kabar yang beredar, dahulunya desa ini sangat indah dan padat penduduk, tetapi kondisi tersebut kini telah berubah. Jumlah penduduk di desa ini menurun drastis karena meninggal dan migrasi ke kota, sementara angka kelahiran di Nagoro sangat rendah.

Meskipun jumlah angka kelahiran yang rendah tidak hanya terjadi di Nagoro, tetapi hampir seluruh wilayah di Jepang selama beberapa tahun terakhir ini. Mensiasati hal tersebut, seorang perempuan bernama Tsukimi Ayano berinisiatif membuat boneka.

Keunikan yang muncul dari keanehan desa ini muncul karena sosok Tsukimi, ia dibantu beberapa warga desa lain membuat banyak boneka untuk menggantikan para tetangga yang sudah meninggal atau pergi bermigrasi ke kota.

Boneka-boneka yang dibuat tersebut diletakkan pada pagar, pohon, halte, taman dan tempat lainnya. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar desa tersebut kembali bernuansa ramai, namun yang didapat justru berbanding terbalik karena hal itu malah membuat desa itu menyeramkan.

Desa Miyake-jima, Jepang

desa-miyake-jima

Bertempat di kaki gunung berapi yang masih aktif yakni Gunung Oyama, penduduk setempat memilih pergi dari desa tersebut karena tidak ingin keracunan gas. Hal itu juga yang membuat para penduduk menggunakan masker setiap hari dan setiap saat.

Namun, banyak juga para penduduk yang kekeuh menempati desa tersebut. Alasannya, karena pemerintah Jepang akan membayar siapapun yang mau tinggal dan hidup di Desa Miyake-jima. Pemerintah juga memfasilitasi pemeriksaan kesehatan rutin bagi setiap warganya.

Manshiyat Naser, Mesir

garbage-city

Pemukiman Manshiyar Naser di Mesir merupakan desa pemukiman yang paling kotor di Bumi. Pasalnya, terlihat sampah menggunung di berbagai tempat, seperti restoran, pasar dan lainnya. Tempat-tempat tersebut telah melebur menjadi satu dengan sampah.

Kemudian, tidak ada aliran listrik di pemukiman ini, selain itu juga sangat sulit mendapatkan pasokan air bersih. Meski demikian, keanehan yang menjadi masalah di desa ini tidak menjadi pengganggu para penduduk setempat.

Hal itu dikarenakan semua penduduknya berprofesi sebagai pemungut sampah di Kairo dengan gaji yang tidak seberapa. Sehingga, tidak mengherankan jika tempat tersebut dipenuhi dengan sampah, berbanding terbalik dengan Kota Kairo yang sangat bersih.

Para penduduk pria di pemukiman ini kebanyakan bekerja sebagai pemulung, sementara penduduk perempuan dan anak bertugas memilah sampah yang sudah dikumpulkan. Sampah yang telah dipilih akan didaur ulang dengan menggunakan sistem yang sederhana.

Manshiyar Naser merupakan salah satu kota yang berada di pinggiran Bukit Moqattam, wilayah Kairo, Mesir. Di kota tersebut hidup sekitar 60 ribu orang dan kota ini benar-benar tertutup sampah. Para penduduk mengumpulkan sampah yang berada di Kairo untuk dibawa ke tempat asal mereka.

Colma, Amerika Serikat

garbage-city

Kota ini terletak di negara bagian California, disebut dengan Kota Kematian. Memang sangat mengerikan, alasan kota ini dinamai demikian karena jumlah warga yang hidup lebih sedikit dari yang meninggal.

Uniknya, hal itu membuat lahan pemakaman di Kota Colma lebih luas ketimbang lahan pemukiman penduduk. Selain itu, terdapat alasan sendiri mengapa kota di negara bagian California ini dipenuhi makam.

Pemerintah San Francisco pernah memerintahkan kepada warganya untuk memakamkan setiap orang yang meninggal di perbatasan kota. Langkah tersebut diambil karena mereka berpendapat mayat akan menimbulkan penyakit.

Desa Hogewey, Belanda

desa-hogewey

Jangan kaget, salah satu desa yang berada di Belanda ini mendapat nama surganya para penderita pikun. desa Hogewey dioperasikan sebagai kawasan panti jompo yang dibangun dengan desain menyerupai desa oleh Yvonne van Amarongen.

Desa ini diperuntukkan khusus bagi lansia yang mengidap Alzheimer atau yang telah mengalami demensia, di Indonesia biasa disebut dengan pikun. Keunikan desa ini adalah seluruh aktivitas para penghuni dipantau selama 24 jam penuh demi menjaga kesehatan dan keamanan.

Panti ini memiliki fasilitas lengkap seperti desa dengan alun-alun kota supermarker, salon, kafe, rumah hingga restoran. Setiap rumah bahkan memiliki gaya yang lazim dan ada beberapa tempat khusus yang disediakan oleh desa ini bagi para lansia.

Desa Huangluo, China

Desa-Huangluo

Huangluo merupakan salah satu desa yang memiliki satu keunikan yang dianggap cukup aneh bagi orang yang baru mengetahuinya. Di desa ini para penduduk perempuannya diwajibkan memiliki rambut yang sangat panjang.

Tidak hanya sepanjang pinggang hingga bokong tetapi bisa bermeter-meter, sehingga tak heran beberapa orang menyebut desa ini sebagai kampungnya Rapunzel, salah satu tokoh kartun dengan panjang rambut yang tidak wajar.

Desa ini dihuni sekitar 60 keluarga dengan para perempuan yang memiliki rambut panjang hingga sepanjang 1,9 meter. Kebanyakan perempuan lainnya memiliki panjang rambut satu meter lebih.

Berkat tradisi ini, desa Huangluo menjadi dikenal dunia sebagai desa dengan penduduk yang memiliki rambut terpanjang. Meski demikian, kewajiban tersebut hanya berlaku bagi perempuan yang masih lajang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *